Langsung ke konten utama

Waktu

 


Jika bicara tentang waktu, memang banyak yang tidak kita ketahui, penuh misteri, misalnya saja, waktu terasa sebentar jika kita dalam keada'an senang, tapi sebaliknya, terasa sangat lama jika dalam kesusahan, kenapa bisa seperti itu, gw sendiri juga kurang tau.

Memang waktu penuh misteri.. sebenernya ada penjelasanya, ini gw tanya sama mbak ai aria dari opera, berikut penjelasanya.

*****

Fenomena di mana waktu terasa berjalan sangat singkat saat kita sedang senang, dan terasa lama saat kita mengalami kesulitan atau kesedihan, sebenarnya berkaitan dengan persepsi subjektif kita terhadap waktu, berikut penjelasan mendalam mengenai hal ini

Persepsi Waktu dan Emosi

Persepsi waktu bukanlah sesuatu yang absolut, melainkan sangat dipengaruhi oleh keadaan emosional dan psikologis seseorang. Ketika kita merasa senang, bahagia, atau terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan, perhatian kita terfokus pada pengalaman tersebut sehingga kita kurang memperhatikan berlalunya waktu. Akibatnya, waktu terasa berjalan lebih cepat.

Sebaliknya, saat kita merasa sedih, cemas, atau mengalami kesulitan, perhatian kita lebih terfokus pada perasaan tidak nyaman tersebut dan kita sering kali mengamati waktu dengan lebih intens. Hal ini membuat waktu terasa berjalan lebih lambat.

Aktivitas dan Keterlibatan Mental

Ketika kita sibuk dan terlibat secara aktif dalam suatu aktivitas yang menyenangkan, otak kita dipenuhi dengan rangsangan dan informasi baru. Ini membuat otak "sibuk" sehingga tidak terlalu memperhatikan waktu yang berlalu. Fenomena ini dikenal sebagai "flow state" dalam psikologi, di mana seseorang sangat terfokus dan tenggelam dalam aktivitasnya sehingga waktu terasa berlalu cepat.

Sebaliknya, saat kita bosan atau mengalami kesulitan, otak kita kurang terstimulasi dan lebih banyak memikirkan waktu yang berlalu, sehingga waktu terasa lambat.

Faktor Neurologis

Secara neurologis, emosi mempengaruhi aktivitas di bagian otak yang mengatur persepsi waktu, seperti korteks prefrontal dan amigdala. Emosi positif dapat mengaktifkan sistem reward di otak yang membuat pengalaman terasa lebih menyenangkan dan cepat berlalu. Emosi negatif, seperti stres atau kecemasan, dapat memperlambat persepsi waktu karena otak lebih fokus pada ancaman atau ketidaknyamanan.

Studi dan Penelitian

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa persepsi waktu sangat dipengaruhi oleh keadaan emosional dan perhatian. Misalnya, studi menunjukkan bahwa orang yang mengalami stres atau kecemasan cenderung merasakan waktu berjalan lebih lambat dibandingkan saat mereka merasa bahagia atau rileks.

Kesimpulan: waktu secara fisik berjalan dengan kecepatan yang sama, tetapi persepsi kita terhadap waktu sangat dipengaruhi oleh keadaan emosional dan tingkat keterlibatan mental. Saat senang, waktu terasa cepat karena perhatian kita teralihkan dari waktu itu sendiri. Saat susah atau tidak nyaman, perhatian kita lebih terfokus pada waktu yang berlalu, sehingga waktu terasa lambat.

*****

Sekarang kalo nanya sesuatu bisa lebih simple pake ai ?, apakah mesin pencari seperti google, bing, duckduck go, akan di tinggalkan ?, mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih.. kalo gw sendiri masih akan tetap memakai mereka, google dll, karna biar bagaimanapun merekalah yang paling berjasa dan paling banyak meninggalkan kenangan di dalam hati :D.

Komentar

  1. Eh bener juga sih, kalo saya pas lagi ngumpul dan jalan"tu pan bahagia rasanya, tapi kow tau"berakhir aja gak terasa, tapi kalo pas lagi di rumah gak ngapa"in kok lama amat waktunya, ya di pengaruhi oleh persepsi kita ya teenyata😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memang, lambat cepatnya waktu karna persepsi kita sendiri ternyata

      Hapus
  2. Jam dirumah juga kalau udah dekat² mau habis baterai juga melambat mas 😁 apa itu juga efek jenuh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin efek jenuh juga mas, coba di ganti batreinya mungkin bisa muter lebih cepat lagi :D

      Hapus
  3. Bener juga yaaa.krn pas sedang senang, pasti pikiran kita fokus ke hal2 yg bikin senang. Mana sempet ngerasa bosan 🤣🤣. Beda kalau sedang bad mood, waktu berasa bangetttt jalan lebih lama.

    Aku juga ga bakal ninggalin google. Krn ntah kenapa ngerasa lebih yakin Ama informasi yg dia kasih. Mungkin Krn kalau cari di google, referensi nya banyak.

    Kalau dari chat gpt, aku ttp cross check semua yg dia inform, Krn seringkali salah kok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memang semua hanya persepsi kita saja, saat senang kita lupa waktu, jadi waktu berjalanya gak terasa, tapi pas susah rasanya lama karna kita liatin waktu terus, jadi rasa susahnya terasa lebih lama :D

      Hapus
  4. Pantes kalo udah deket waktu buka puasa, waktu suka berasa lamaaaaaa banget, apakah ini masuk ke dalam fenomena itu atau cuman perasaan gue aja ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya itu termasuk ke fenomena itu bang, semakin kita lihatin waktu terus, maka terasa semakin lama :D

      Hapus
  5. Jadi cepat atau lambatnya berputarnya waktu tergantung pikiran kita lagi senang atau lagi susah, ya Nif, bukan karena baterai jamnya sudah mau habis atau masih banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kurang lebihnya seperti itu mas her :D

      Hapus
  6. Kalau lagi sama Asmirondoh waktu terasa lama apa cepat Nif.🙄🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. cepet lah, kan lagi seneng :D

      Hapus
    2. Nah itu... Berarti semuanya cuma Sugesti aja. Waktu yaa tetap Waktu... Dan Waktu juga tak pernah mau menunggu.😂😁

      Hapus
    3. andai waktu bisa menunggu kang ? :D

      Hapus
    4. Kalau waktu mau menunggu.. Gue udah kawin lagi yang ketiga kalinya.🤣🤣🤣🤣🤣 Ngawur!! 🤣

      Hapus
    5. kenapa gak sepuluh kali aja kang, siapa tau waktu memang mau nunggu :D

      Hapus
  7. Iya, untuk yang serius, saya masih pake Google, tapi untuk yang kadang ingin iseng, saya pake ai.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bosen Kerja

jangan huraukan gambar ini Rasa-rasa kerja yang terasa membosankan. Jujur gw memang belom punya kebutuhan ekonomi yang mendesak, secara masih single, kerja dapet gaji duitnya paling cuma buat jajan, beli kuota internet, dan buat hobi maen games, jadi kalo misal kerja gak kerja sekalipun gak ada masalah, mau tidur-tiduran berbulan-bulan juga gak ada yang marahin. Tetapi yang namanya hidup memang harus bekerja, karna mau ngapain lagi kalo gak kerja kita sebagai manusia, enggak mungkin kann selama hidup cuma tiduran saja, cuman kadang kerja terus-terusan menguras tenaga dan pikiran, suasana kerja yang gak enak, plus duit gaji yang masih nyangkut entah dimana, rasa-rasanya jadi males bekerja. Buat gw kerja yang terpenting adalah suasananya, kalo suasana kerja udah gak enak, mending keluar cari kerja'an lain.. betul gak sih gays ?, atau kalian punya pendapat lain ?, share di kolom komentar yaa :D

Permainan Iblis

Di suatu kota tanpa nama, hiduplah seorang laki-laki bernama frank, dia adalah bajingan, preman yang suka meneror warga, tiap malam membegal orang-orang yang lewat di jalan, suatu malam ketika dia sedang mencari mangsa, sial ketika itu, sebuah mobil truck menabraknya hingga mati, supir truck pun langsung kabur melihat frank yang mati penuh darah, tak ada yang menolongnya, berhari-hari tubuhnya membusuk dimakan binatang buas. Frank menjadi hantu penunggu jalan, jiwanya terjebak dan tersiksa selamanya hingga hari penghakiman, hingga datanglah iblis padanya, "hai frank, apakah kau baik-baik saja.." sapa iblis pada frank... "apakah kau tidak bisa melihat, aku disini tersiksa dan tidak bisa keluar bodoh !!" iblis itu tersenyum dan menawarkan sesuatu pada frank. - Iblis: apakah kau ingin kesempatan kedua, frank ? - Frank: apa yang kau maksut kesempatan kedua. - Iblis: apakah kau ingin hidup kembali ?, kau bisa memperbaiki hidupmu di masa lalu yang menyedihkan itu, menjadi...

First Time I meet Her

Pertama kali kenal dia di sosial media, entah, dari beberapa cwe yang gw kirimi pesan "hi" dia yang saat itu mau bales, lalu kita sering bales-balesan chat, dari yang awalnya cuma basa-basi nanya ini itu, lalu berlanjut ngobrol serius, sampai bahas yang gak penting sekalipun. Setelah di sosial media kita tukeran nomor hape dan berlanjut ngobrol di whatsapp, dia anaknya ceria, mau cerita banyak hal, untuk gw yang pendiem enggak perlu nyari bahan obrolan, pasti ada saja yang di ceritakan. Dari foto sosial media yang dia pasang di profilemya, dia cukup cantik, dan juga menarik, kecil imut-imut, gw jadi suka :D... hingga ahirnya gw putuskan untuk bertemu, tapi waktu tidak pernah memihak saat itu, gw masih ada kerja di ibu kota, dan saat gw di rumah dia sibuk kerja. Kita pernah lost contatc beberapa bulan, dia bilang hapenya rusak, jadi untuk sementara gak bisa chat.. hingga beberapa hari, beberapa bulan, dan setahun pun berlalu, masih sama, kita cuma chat-chatan, telpon, rasa-ras...