Sebagai manusia tentu saja kita butuh makan, karna kalo tidak makan kita bakal wassalam.. :D, makan adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang amat penting, banyak orang yang akan melakukan apa saja demi bisa makan, menghalalkan segala cara, bahkan rela berbuat jahat sekalipun
Tentunya sebagai orang yang serba kecukupan harus belajar beryukur, karna banyak sekali sodara-sodara kita di luar sana yang keada'anya tidak seberuntung kita.
Pertama mungkin jangan pernah membuang-buang makanan, semisal kalo dirumah, makan secukupnya, ambil nasi dan lauk pun secukupnya, mentang-mentang dirumah sendiri, jadi ngambil nasi dan lauk ga kira-kira, ahirnya ga habis dan kebuang.
Mungkin kalian pernah seperti ini ?, kita sama :D.
Beda cerita kalo makan di warung, seperti pengalaman gw beberapa hari lalu, jajan nasi goreng tapi sumpah rasanya ga enak, engga enak pake banget, sudah berusaha untuk menghabiskanya, tapi... pikir gw ini adalah makanan yang gw beli dengan uang hasil dari keringat kerja keras, jika tidak habis, sama saja membuang uang yang sudah gw cari dengan susah payah.
Tapi memang kalo makanan yang engga enak memang ga bisa di paksa, kalo di paksakan malah bisa jadi penyakit, mual mungkin, karna engga suka entah bisa sampai ke otak dan menyebabkan rasa mual, pengen muntah.
*****
Padahal rasa masakanya tidak enak, tetapi kenapa bisa ramai pembeli, mungkinkah warung tersebut memakai jampi-jampi ?.
Apakah kalian percaya dengan jampi-jampi sebuah warung makan, dimana si pemilik warung memakai jampi-jampi yang membuat makanan terasa lebih lezat.. jangan salah, di dunia yang katanya sudah modern ini, nyatanya banyak sekali warung makan yang memakai jampi-jampi, atau bisa disebut penglaris.
Memang ga semua warung memakai penglaris, ada juga warung real hasil dari skill meracik bumbu yang membuat masakan lebih lezat, "tentu saja memakai micin yang lebih banyak .." becanda :D.. warung tersebut tentu saja tidak perlu memakai penglaris, mereka menjual makanan dengan jujur dan usaha untuk mencari rezeki.
Beda cerita dengan warung abal-abal yang mereka tidak ada keihlasan dalam usaha, mereka hanya ingin bagaimana caranya mendapatkan uang, tidak sadar diri kalo makanan yang mereka jual jauh dari kata "sorry" tidak enak... tapi tentu saja kita harus menghormati segala bentuk usaha orang lain, hanya dengan rasa makanan yang dia jual tidak enak, lantas kita boleh menghakimi orang tersebut.
Yang gw maksut adalah orang-orang yang memakai penglaris karna iri, melihat warung lain ramai pembeli lantas dia datang kerumah si mbah untuk di buatkan jampi-jampi.
Sebuah kasus dimana warung pinggiran jalan raya, dimana di setiap jengkal adalah persaingan antara penjual makanan... apakah kalian percaya di setiap warung-warung tersebut murni jualan ?, maksut gw mereka memakai penglaris ?, tentu saja mereka pakai, karna percaya atau engga, setiap usaha di tempat ramai seperti itu, mereka pasti memakai jampi-jampi dari mbah dukun :D.
Sekali lagi gw katakan, memang engga semua seperti itu, tapi yakinlah pasti ada... mereka bisa menarik kita datang ke warungnya meski pada awalnya kita tidak ingin datang ke warung tersebut, mereka bisa menarik kita dengan rasa-rasa yang aneh, rasa nikmat makanan yang selalu teringat di otak, yang setiap mengingatnya kita selalu ingin datang kembali ke warung tersebut.
Tanpa kalian sadari, kalian telah terkena hipnotis dari penglaris sebuah warung makan.

Komentar
Posting Komentar